ww AASI - Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia

AASI Tampil di Pergaulan Global

Bpk Erwin Noekman, Direktur Eksekutif AASI turut hadir sebagai narasumber dalam IFSB Executive Programme pada tanggal 20 Oktober 2020 lalu.

IFSB (Islamic Financial Services Board) adalah wadah perkumpulan Otoritas di seluruh dunia yang mengatur jasa dan lembaga keuangan di negaranya masing-masing. IFSB berkantor pusat di Kuala Lumpur, Malaysia dan saat ini sudah beranggotakan 187 lembaga, termasuk dari Indonesia diwakili oleh OJK.

Bapak Erwin Noekman, yang juga sebagai Direx AASI berpartisipasi sebagai speaker di InsurTech Leaders Summit di Kuala Lumpur

InsurTech Leaders Summit membahas mengenai kemajuan teknologi, pengembangan sistem infrastruktur, kemitraan yang perlu dijalin untuk mendorong inovasi dan strategi transformasional untuk sukses dalam era yang berubah, berinovasi dalam mengatasi perubahan teknologi yang cepat dalam industri asuransi. Acara ini dirancang untuk menjadi diskusi yang intens, presentasi dan lokakarya. Acara ini bertujuan untuk mengatasi perubahan teknologi yang cepat dalam industri asuransi dan untuk mempertemukan perusahaan asuransi, pendiri, investor, dan pakar yang menjadi ujung tombak transformasi digital industri dan membentuk masa depan ekosistem asuransi.

Bapak Erwin Noekman, sebagai Direx AASI berpartisipasi sebagai speaker di Insurtech Leaders Summit yang dilaksanakan di Kuala Lumpur – Malaysia pada hari Rabu, 18 Mei 2022. Materi yang dipaparkan mengenai CASE STUDY : INDONESIA INSURTECH LANDSCAPE.

Secara umum, InsurTech berarti kolaborasi antara produk dan teknologi asuransi untuk membantu masyarakat mengakses perlindungan asuransi dengan lebih cepat, mudah dan terjangkau.

Di Indonesia, pemasaran produk asuransi syariah diperbolehkan dengan syarat: mengikuti ketentuan dan akad syariah dalam pemasaran asuransi yang disusun oleh National Dewan Syariah - MUI.

Sejumlah perusahaan asuransi syariah mulai berlomba-lomba mengembangkan produk inovasi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada. Agar mampu bersaing di era digitalisasi